ASSALAMUALAIKUM WR. WB, Selamat datang di purnama-blog, semoga dapat memberi inspirasi dan bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca, amin !!!

Monday, December 4, 2017

DISRUPTION DI ABAD 21


Era disruptif diartikan sebagai masa di mana bermunculan banyak sekali inovasi-inovasi yang tidak terlihat, tidak disadari oleh organisasi mapan sehingga mengganggu jalannya aktivitas tatanan sistem lama atau bahkan menghancurkan sistem lama tersebut. Sebagai contoh adalah menurunnya omzet dari armada taksi pemimpin pasar yang harus mengakui keberadaan apps-based transportation service macam Grab, Go-Jek, dan Uber. Rhenald Kasali, dalam bukunya Disruption memaparkan bahwa korban korban disruptive era adalah organisasi-organisasi mapan. Mereka yang sudah terbiasa dengan nama besarnya, membuat mereka tidak bergerak gesit/lincah. Sementara, di luar sana banyak anak-anak muda yang gesit, lincah, mengembangkan inovasi yang tidak terdeteksi oleh para incumbent ini.

Perlahan inovasi yang di lakukan oleh generasi milenial mulai mengambil alih pangsa pasar yang ada, karena menciptakan pangsa pasar baru. Tiba-tiba incumbent merasa ada yang aneh karena performanya menurun. Beberapa terlambat bergerak karena kalah lincah, yang menyebabkan organisasi tersebut hancur. Respon yang mungkin bisa dilakukan adalah berteriak kepada regulator untuk menindak mereka yang menjadi pusat disruption ini karena melanggar aturan dan tidak mengikuti regulasi. Disruption mengubah banyak hal sedemikian rupa, sehingga cara-cara bisnis lama menjadi obsolete, menjadi usang atau ketinggalan zaman. Disruption bukan sekedar fenomena hari ini (today), melainkan fenomena "hari esok" (the future) yang dibawa oleh para pembaharu ke saat ini (the present). Pemahaman seperti ini menjadi penting karena sekarang kita tengah berada dalam sebuah peradapan baru.

Disruption sesungguhnya terjadi secara meluas mulai dari pemerintahan, ekonomi, hukum, politik, sampai penataan kota, konstruksi, pelayanan kesehatan, pendidikan, kompetisi bisnis dan juga hubungan-hubungan sosial. Bahkan konsep marketing pun sekarang terdisrupsi. Sampai sekarang belum banyak orang yang menyadari bahwa sebagian mahasiswa Indonesia sudah bisa kursus di Harvard tanpa harus pergi ke Harvard. Dan tak banyak yang menyadari bahwa para dokter sudah tak lagi memakai pisau bedah seperti di masa lalu untuk membedah organ dalam pasiennya. Juga belum banyak yang menyadari bahwa pekerjaan-pekerjaan yang sekarang tengah digeluti para buruh, bankir, dan dosen, mungkin sebentar lagi akan beralih. Bahkan masih ada yang beranggapan bahwa disruption seakan-akan hanya masalah meng-online-kan layanan, menggunakan aplikasi dan mem-broker-kan hal-hal tertentu. Anggapan seperti itu-bahwa disruption hanya terjadi pada industri digital kurang tepat. Sebab Disruption terjadi di mana-mana, dalam bidang industri apapun. Sehingga juga merubah kualifikasi tenaga kerja yang di butuhkan.
Era disrupsi di abad 21 menjadi revolusi industri dan merubah kualifikasi tenaga kerja yang di butuhkan. Hal tersebut akan berdampak pada pendidikan yang mempersiapkan tenaga kerja di industri. Pendidikan kejuruan sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan tenaga kerja yang siap kerja dalam mempersiapkan lulusannya harus melakukan revolusi pendidikan kejuruan agar lulusan yang di hasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan dunia industri yang telah mengalami perubahan spesifikasi kebutuhan tenaga kerja. Jika tidak maka berakibat pada peningkatan angka jumlah pengangguran karena tenaga kerja tidak sesuai yang di harapkan oleh industri
Read More..

Thursday, November 23, 2017

PERAN TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN DI ERA DISRUPTION

Abad ke-21 ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi, artinya kehidupan manusia pada abad ke-21 mengalami perubahan-perubahan yang fundamental yang berbeda dengan tata kehidupan dalam abad sebelumnya. Kemajuan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi di abad ini berkembang pesat. Kemajuan teknologi telah mempersingkat siklus produksi dan peningkatan produktivitas secara dramatis.
Berdasarkan pengalaman Negara industri, penguasaan iptek tidak hanya ditentukan oleh faktor sekolah karena sifatnya yang konservatif dan sekolah kurang memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan iptek yang sangat cepat. Penguasaan iptek lebih disebabkan oleh beragamnya jenis jabatan dan pekerjaan di industri yang lebih peka terhadap inovasi-inovasi baru. Perkembangan iptek ditentukan oleh industri yang memungkinkan pegawainya melakukan penyesuaian dan belajar mandiri untuk mendayagunakan teknologi baru dalam bekerja, termasuk melalui kegiatan penelitian dan pengembangan.
Agar mampu menunjang penguasaan iptek, kerja sama antara industri dengan dunia pendidikan perlu diperdalam strukturnya, baik yang berkaitan dengan magang, pengadaan biaya pendidikan, maupun pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Kerja sama berguna bagi sekolah untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi baru karena industri jauh lebih peka terhadap munculnya teknologi baru. Teknologi informasi dan komunikasi (ICT) memainkan peran penting dalam masyarakat karena berperan dalam beberapa aspek seperti sosial, budaya dan ekonomi untuk mencari informasi dari Internet. Mengingat bahwa semua anak-anak berhak mendapatkan wajib belajar, sekolah adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan kompetensi ICT (Tondeur, 2007: 962).
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan faktor kunci dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Implementasi kurikulum 2013 saat ini yang mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran mengharuskan guru dan peserta didik melek IT.  Melek IT artinya peserta didik dan guru aktif terlibat dalam proses belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi, tidak hanya sebatas mengetahuinya saja, namun juga dapat merancang media pembelajaran berbasis IT yang bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.
Pada era perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini, paradigma pembelajaran telah bergeser dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran berbasis digital. Perubahan sumber dan bahan ajar dari tradisional seperti penggunaan papan tulis dan spidol, berganti dengan penggunaan media seperti Notebook, LCD Projector dan sebagainya. Printed material seperti buku, modul dan lembar kerja siswa berganti dengan e-book, YouTube dan situs-situs internet. Metode pembelajaran konvensional melalui metode ceramah di depan kelas berganti dengan pembelajaran berbasis digital dengan memanfaatkan fasilitas seperti e-mail, aplikasi Android melalui gadget dan HP, multimedia interaktif dan lain-lain.
Keterampilan dalam pemanfaatan TIK merupakan kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh peserta didik. Peserta didik yang tidak memiliki kecakapan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi akan mengalami kesulitan untuk bersaing di era globalisasi yang serba kompetitif. Menghadapi perkembangan teknologi yang demikian cepat dan pesat, peserta didik perlu dipersiapkan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Dan peran seorang guru sangat krusial dalam hal ini, untuk itu guru juga harus membekali diri dengan penguasaan teknologi informasi. Siswa yang cakap dan terampil tentunya dihasilkan oleh para pendidik yang juga terampil dan selalu meningkatkan kompetensinya.
Peran teknologi dalam dunia pendidikan antara lain berkembangnya pembelajaran elektronik (e-learning), buku elektronik (e-book), kelas online, diskusi online,  memfasilitasi terbangunnya sistem tutorial bagi pendidikan jarak jauh, digital library, pembelajaran berbasis komputer. Terdapat beberapa jenis teknologi informasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran seperti e-mail (surat elektronik), mobile phone, MP3 player, website, blogging, search engine dan lain-lain. Dalam proses pembelajaran saat ini telah banyak berkembang berbagai model pembelajaran berbasis IT seperti CBT (Computer Based Test), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, LCC (Learner-Centered Classroom), Teleconference dan sebagainya. Urgensi Teknologi Informasi dalam pembelajaran masa kini adalah sebagai berikut:
1.       Teknologi Informasi adalah life skill (kecakapan hidup) yang harus dikuasai di era globalisasi ini.
2.       Teknologi informasi sebagai sumber bahan ajar, referensi belajar, dan sumber informasi bagi para siswa dan guru sehingga dalam pembelajaran peserta didik dapat menggali informasi dari beragam sumber.
3.    Teknologi Informasi memudahkan proses pembelajaran yang dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.

Referensi:

http://guraru.org/guru-berbagi/urgensi-teknologi-pada-pembelajaran-masa-kini/
Read More..

Wednesday, October 25, 2017

PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PERTANIAN DI DESA WISATA BRAYUT UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA DI KABUPATEN SLEMAN

Pariwisata diposisikan sebagai salah satu sektor andalan dalam pembangunan nasional Indonesia. Saat ini dan masa-masa mendatang, pariwisata diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan devisa negara dalam upaya pemerintah mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Pemerintah menghendaki agar pengembangan kepariwisataan memperoleh perhatian yang khusus. Salah satu upaya yang dilakukan sektor pariwisata adalah terus meningkatkan kinerjanya dengan memperkuat jejaring yang telah ada dan meningkatkan daya saing usaha pariwisata Indonesia (Astuti, 2008: 89).
Sebagian besar masyarakat Indonesia hidup didaerah pedesaan, di desalah potensi sumberdaya manusia maupun potensi sumber daya alam itu berada. Apabila dikaitkan antara masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan dengan potensi utama yang ada dipedesaan maka desa mempunyai peranan yang sangat penting. Orientasi pembangunan yang menitikberatkan pada pedesaan adalah suatu tindakan yang sangat strategis, karena secara langsung maupun tidak langsung hal ini akan memberikan dampak yang positif dan sangat luas.
Desa wisata brayut adalah desa budaya berbasis pertanian. Desa wisata ini berlokasi di Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Wisatawan bisa menikmati sensasi tinggal di desa lengkap dengan segala rutinitas penduduknya seperti menanam padi, membajak sawah, belajar membatik, belajar music gamelan berupa gamelan, menangkap ikan, bahkan mandi di sungai. 
Usaha kecil-menengah (UKM) dan usaha rumah tangga (URT) merupakan usaha yang banyak menciptakan lapangan usaha. UKM pertanian atau agribisnis sangat berperan dalam menunjang sektor pariwisata dan industri kecil sebagai pemasok bahan pangan dan bahan baku industri kecil (agroindustri), sumber pendapatan pelakunya dan penyerap tenaga kerja di pedesaan. Download full paper
Read More..