ASSALAMUALAIKUM WR. WB, Selamat datang di purnama-blog, semoga dapat memberi inspirasi dan bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca, Aamiin !!!

Wednesday, December 17, 2014

Hidrokarbon (HC)

Hidrokarbon atau yang sering disingkat dengan HC adalah pencemar udara yang dapat berupa gas, cairan maupun padatan. Dinamakan hidrokarbon karena penyusun utamanya adalah atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) yang dapat terikat secara ikatan lurus atau terikat secara cincin. Hidrokarbon yang sering menimbulkan masalah dalam polusi udara adalah yang berbentuk gas pada suhu atmosfer normal.

Sumber HC dapat pula berasal dari sarana transportasi. Kondisi mesin yang kurang baik akan menghasilkan HC. Pada umumnya pada pagi hari kadar HC di udara tinggi, namun pada siang hari menurun. Sore hari kadar HC akan meningkat dan kemudian menurun lagi pada malam hari.

Hidrokarbon dapat dibedakan atas tiga kelompok berdasarkan struktur molekulnya, yaitu hidrikarbon alifatik, aromatik dan alisiklis. Molekul hidrokarbon alifatik tidak mengandung cincin atom karbon, sedangkan hidrokarbon aromatik mengandung cincin enam karbon (cincin benzena). Hidrokarbon alisiklis adalah hidrokarbon yang mengandung struktur cincin selain benzena.

Beberapa penelitian terhadap hewan dan manusia menunjukkan bahwa hirdrokarbon alifatik dan alisiklis mempunyai pengaruh yang tidak diinginkan terhadap manusia hanya pada konsentrasi beberapa ratus sampai beberapa ribu kali lebih tinggi daripada konsentrasi yang terdapat diatmosfer. Pada konsentrasi kurang dari 500 ppm tidak menunjukkan pengaruh apapun. Hidrokarbon aromatik lebih berbahaya dibandingkan dengan hidrokarbon alifatik dan alisiklis. Uapnya lebih bersifat iritasi terhadap membran mukosa, dan luka di bagian dalam dapat terjadi (Fardiaz, 1992: 119-120).

Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut Plycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalulintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup menetapkan parameter ambang batas HC untuk sepeda motor empat langkah yang tahun pembuatanya di bawah tahun 2010 adalah sebesar 2400 ppm. Parameter ambang batas ini tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama tertanggal 1 Agustus 2006.
Read More..

Karbonmonoksida (CO)

Karbonmonoksida atau CO adalah suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu di bawah -192 oC. Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dengan udara, berupa gas buangan. Secara sederhana pembakaran karbon dalam minyak bakar terjadi melalui beberapa tahap sebagai berikut:
2C + O2 → 2CO
2CO + O2 → 2CO2
Reaksi pertama berlangsung sepuluh kali lebih cepat daripada reaksi kedua, oleh karena itu CO merupakan intermediat pada reaksi pembakaran tersebut dan dapat merupakan produk akhir jika jumlah O2 tidak cukup untuk melangsungkan reaksi kedua. CO juga dapat merupakan produk akhir meskipun jumlah oksigen di dalam campuran pembakaran cukup, tetapi antara minyak bakar dan udara tidak tercampur rata.
Pencampuran yang tidak merata antara minyak bakar dengan udara menghasilkan beberapa tempat atau area yang kekurangan oksigen. Semakin rendah perbandingan antara udara dengan minyak bakar, semakin tinggi jumlah karbonmonoksida yang dihasilkan.
Pengaruh beracun CO terhadap tubuh manusia terutama disebabkan oleh reaksi antara CO dengan hemoglobin (Hb) di dalam darah. Hemoglobin secara normal berfungsi untuk membawa oksigen dalam bentuk oksihemoglobin (O2Hb) dari paru-paru ke sel-sel tubuh, dan membawa CO2 dalam bentuk (CO2Hb) dari sel-sel tubuh ke paru-paru.
Dengan adanya CO, hemoglobin dapat membentuk karboksihemoglobin. Jika reaksi ini terjadi, maka kemampuan darah untuk mentranspor oksigen menjadi berkurang.
Afinitas CO terhadap hemoglobin adalah 200 kali lebih tinggi dari pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin, akibatnya jika CO dan O2 terdapat bersama-sama di udara akan terbentuk COHb dalam jumlah jauh lebih banyak daripada O2Hb.


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup menetapkan parameter ambang batas CO untuk sepeda motor empat langkah yang tahun pembuatannya di bawah tahun 2010 adalah sebesar 5,5%. Parameter ambang batas ini tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama tertanggal 1 Agustus 2006.

Read More..

Efisiensi volumetrik dan efisiensi pengisian

Secara teoritis banyaknya bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder sama dengan volume langkahnya. Akan tetapi, kenyataannya lebih sedikit karena dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu tekanan udara, temperature, panjang saluran, bentuk saluran dan sisa hasil pembakaran di dalam silinder pada proses yang mendahului. Efisiensi volumetrik adalah perbandingan antara volume muatan segar yang masuk kedalam silinder dengan volume langkahnya.

Dengan kondisi tertentu dari suatu gas dapat juga ditentukan berat dari gas tersebut di mana apabila berat gas yang masuk ke dalam ruang bakar diperbandingkan dengan berat gas yang sebenarnya masuk ke dalam ruang bakar dengan kondisi tertentu pula akan didapat suatu harga perbandingan yang sama dengan effisiensi volumetrik. Apabila kondisi-kondisi gas dirubah ke kondisi standar, maka akan menghasilkan suatu harga perbandingan yang selanjutnya disebut effisiensi pengisian. 

Harga dari efisiensi volumetrik dan efisiensi pengisian bila semakin besar, maka akan semakin banyak campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Hal ini berarti akan semakin besar tenaga yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Bila keadaannya sebaliknya, maka hasilnya pun akan sebaliknya. Biasanya disebabkan oleh bentuk dan panjang dari saluran isap serta kecepatan mesin, harga dari efisiensi volumetrik atau pengisian tidak akan mencapai 100% (sekitar 65% sampai dengan 85%). Tetapi bila proses pemasukan gas dibantu dengan tekanan yang melebihi tekanan atmosfir maka besarnya efisiensi volumetrik dapat mencapai 100%.
Read More..

Konsumsi Bahan Bakar

Menurut BPM Arends & H. Berenschot (1980; 28), mengemukakan bahwa “kita mempunyai dua cara untuk menunjukkan pemakaian bahan bakar diantaranya adalah dengan cara memberitahukan bahwa sebuah mobil memakai bensin 1 dm3 untuk 12 km. Sedangkan cara lainnya adalah dengan pemberitahuan berapa banyak penggunaan bensin dalam dm3 untuk jarak sejauh 100 km.

Apabila motor itu tidak dipasang dalam keadaan berjalan, maka bahan bakarnya ditetapkan dalam kilogram tiap kilowatt jam. Inilah yang disebut dengan bahan bakar spesifik. Dan biasanya dalam membandingkan konsumsi bahan bakar dengan kendaraan lainnya.
“Bila besarnya bahan bakar spesifik sebuah motor bensin 4 tak 0.4 kg/kwj ini berarti bahwa untuk motor itu diperlukan bahan bakar sebanyak 0,4 kg untuk menghasilkan 1 kw selama 1 jam”. (BPM. Arends & H. Berenschot. 1980: 27).

Putaran mesin yang diperlukan untuk menghasilkan daya yang besar akan memerlukan konsumsi bahan bakar yang besar pula. Pada gambar 03, untuk dapat menghasilkan pemakaian bahan bakar yang paling menguntungkan ialah pada saat kecepatan 40 km/h, disini terlihat pemakaian bahan bakar sangat sedikit. Untuk mendapatkan pemakaian bahan bakar yang terendah di dapat pada saat putaran motor berputar dengan kecepatan tertentu dengan pembebanan tertentu pula, sehingga isian silinder dalam keadaan menguntungkan, tetapi hal ini tidak terjadi maka akan sebaliknya.

Dalam keadaan tidak berjalan, pemakaian bahan bakar bisa ditentukan dengan menghitung berapa lama waktu untuk menghabiskan banyaknya bahan bakar, baik itu dalam detik per milliliter atau milliliter per detik.
Read More..

Perbandingan campuran antara udara dengan bensin (Air to Fuel ratio/AFR)

Perbandingan campuran antara udara dengan bensin (Air to Fuel ratio/AFR) adalah perbandingan antara jumlah udara yang masuk ke ruang bakar dengan jumlah syarat udara menurut teori. Simbol perbandingan udara yang masuk ke silinder mesin dengan jumlah udara menurut teori dinyatakan dengan λ (lambda).
Perbandingan campuran bensin dan dan udara ideal (campuran bensin dan udara untuk pembakaran dengan tingkat polusi yang paling rendah) adalah 1 : 14,7 atau dalam ukuran liter dapat disebutkan 1 liter bensin 1 liter bensin secara ideal harus bercampur dengan 11500 liter udara. AFR ideal adalah 1. Hubungan antara campuran dengan kadar CO, HC dan Nox dari gas buang akan terlihat pada Gambar  berikut:


Perbandingan campuran (AFR) yang gemuk atau kaya akan menyebabkan emisi gas buang CO menjadi tinggi. AFR yang gemuk juga akan membuat emisi gas buang HC menjadi tinggi. Sebaliknya, bila campuran lebih kurus dari 1:14,7 akan menyebabkan kadar CO dan HC akan berkurang.

Read More..

Proses Pembakaran

Pembakaran campuran udara dan bensin diawali dengan loncatan api busi pada akhir langkah kompresi. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 ˚C sampai 99˚C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut, komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Di samping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. Dengan adanya sejumlah bahan bakar di dalam silinder yang sudah bercampur dengan udara yang kemudian dibakar dengan percikan bunga api dari busi lalu temperatur ruang pembakaran akan naik yang mengakibatkan naiknya tekanan dalam silinder dan memungkinkan terjadinya gerakan torak akibat tekanan tersebut selanjutnya motor dapat bekerja. Secara umum pembakaran didefinisikan sebagai reaksi kimia atau reaksi persenyawaan bahan bakar dan oksigen dengan diikuti sinar atau panas. (Toyota Step 2, 1988: 2-2). 
Saat temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaraan menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia.  Makin sempurna pembakaran, jumlah CO semakin sedikit. Pada pembakaran yang tidak sempurna sejumlah bahan bakar (unsur-unsur C dan H) terbuang ke udara. Selain mengotori udara (polusi) gas ini juga berbahaya dan tergolong sebagai racun.
Read More..

Bahan Bakar Premium


Bensin didapatkan dari hasil penyulingan minyak tanah yang kotor dengan berat jenis 0,68 sampai 0,72 menguap seluruhnya antara 0° dan 120°C. Bensin untuk motor merupakan campuran dari hasil hasil penyulingan yang ringan dan yang paling berat jenis ± 0,73 dan titik didih terakhir dari ± 190°.
Sebuah bahan bakar yang baik maka perlu ketetapan sifat utama bahan bakar, yaitu:
a.         Mempunyai nilai bakar yang tinggi.
b.        Mempunyai kesanggupan menguap pada suhu yang rendah.
c.         Uap bahan bakar harus dapat dinyalakan dan terbakar segera dalam campurandengan perbandingan yang cocok terhadap oksigen.
d.        Bahan bakar dan hasil-hasil pembakarannya tidak beracun atau membahayakan kesehatan.
e.         Harus dapat diangkut dan disimpan dengan mudah dan aman.
Bahan bakar bensin sering juga dinamakan petrol dan gasoline. Bensin untuk kendaraan bermotor dan pembangkit tenaga stasioner dibedakan atas empat tingkat, yaitu bensin putih, bensin umum (reguler), bensin premium, bensin super premium.
Bensin putih memiliki kandungan bahan anti ketuk rendah. Bensin umum (reguler) mengandung sedikit Tetra Ethyl Lead (TEL), karena itu mempunyai kualitas anti ketukan yang lebih baik daripada bensin putih. Bensin ini dapat dipakai untuk semua mesin kompresi tinggi untuk kendaraan, traktor, dan truk pada kondisi biasa. Bensin premium mempunyai sifat anti ketukan yang lebih baik dan dapat dipakai pada mesin kompresi tinggi pada semua kondisi.
Sifat-sifat penting yang harus dimiliki pada bahan bakar bensin adalah kecepatan menguap (volatility) merupakan sifat yang menyatakan tentang mudah tidaknya bensin itu menguap pada kondisi tertentu, kualitas pengetukan (kecenderungan berdetonasi) merupakan terbakarnya bagian-bagian yang belum terbakar (dikenai oleh api) dan berlangsung sangat cepat menyebabkan kenaikan tekanan yang sangat tinggi, kadar belerang, ketetapan penyimpanan, kadar damar, titik beku, titik embun, titik nyala rendah (-10˚ sampai -15˚), menghasilkan jumlah panas yang besar (9,500-10,500 kcal/kg) dan berat jenis rendah (0,60 – 0,78).
Beberapa unsur bahan bakar ada yang sangat mudah berdetonasi dan ada yang sukar. Bahan bakar yang sangat mudah berdetonasi adalah heptana normal (C7H1 6), sedangkan yang sukar berdetonasi adalah iso-oktana (CsH1 8). Bensin yang cenderung kea rah sifat heptana normal dikatakan bernilai oktan rendah karena mudah berdetonasi. Sebaliknya bahan bakar yang cenderung ke arah sifat iso-oktana dikatakan bernilai otan tinggi karena lebih sukar berdetonasi.
Nilai oktan (octane number) atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti-knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap timbulnya engine knocking dibanding dengan nilai oktan yang rendah.
Jenis bahan bakar minyak bensin merupakan nama umum untuk beberapa jenis BBM yang diperuntukkan untuk mesin dengan pembakaran dan pengapian. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bahan bakar jenis bensin yang memiliki nilai mutu pembakaran berbeda. Nilai mutu jenis BBM bensin ini dihitung berdasarkan nilai RON (Research Octane Number). Salah satu jenis bahan bakar yang ada di Indonesia yaitu premium. Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye). Premium memiliki RON 88 dan ini di bawah RON bahan bakar bensin jenis yang lain. RON yang rendah akan berakibat kualitas emisi gas buang sisa pembakaran bahan bakar menjadi rendah. Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti: mobil, sepeda motor, motor tempel dan lain-lain. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.
Read More..

Motor 4 Tak/Langkah

Motor empat langkah (4 tak) adalah motor yang menyelesaikan satu siklus kerjanya dalam empat gerakan torak atau dua kali putaran poros engkol (crankshaft). Jadi dalam empat gerakan torak tersebut meliputi langkah pengisian, kompresi dan penyalaan, usaha/kerja serta langkah buang. Titik paling atas yang dicapai oleh gerakan torak pada silinder disebut Titik Mati Atas (TMA). Sedangkan titik terendah yang dicapai oleh ujung atas torak pada silinder disebut Titik Mati Bawah (TMB). Bila torak bergerak dari TMA sampai ke TMB atau sebaliknya, dikatakan bahwa torak melakukan satu langkah. Untuk setiap siklus, pada motor 4 langkah terdapat 4 kali gerakan torak.
a.        Langkah Hisap
Pada langkah hisap, torak bergerak dari TMA ke TMB. Pergerakan torak dari TMA ke TMB ini mengakibatkan terjadi Kehampaan (vacuum) di dalam silinder. Selama langkah torak ini katup hisap terbuka dan katup buang tertutup. Dengan demikian campuran bahan bakar dan udara dihisap kedalam silinder. Katup hisap kemudian tertutup saat torak mencapai TMB.
b.        Langkah Kompresi
Pada langkah kompresi, torak bergerak dari TMB ke TMA. Dalam gerakan ini campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder dimampatkan (terkompresikan). Kedua katup yaitu katup hisap dan katup buang dalam keadaan tertutup. Akibat kompresi ini, suhu dan tekanan gas naik, sehingga gas akan mudah terbakar. Sesaat sebelum torak mencapai TMA, busi memberi loncatan bunga api dan terjadilah pembakaran. Sampai langkah ini poros engkol berputar satu kali.
c.         Langkah Kerja
Pada langkah kerja/usaha, keadaan kedua katup tertutup dan torak terdorong dari TMA ke TMB oleh kekuatan tekanan gas hasil pembakaran. Pergerakan torak dari TMA ke TMB akan memutar poros engkol dengan perantaraan batang penggerak, yang selanjutnya dijadikan sebagai tenaga gerak dari mesin. Dikatakan juga gas menghasilkan usaha. Karena ini proses inijuga disebut langkah usaha atau langkah kerja. Sampai langkah kerja ini torak telah melakukan tiga langkah dan poros beputar satu setengah putaran.
d.        Langkah Buang
Pada langkah buang, torak bergerak dari TMB ke TMA, katup buang terbuka dan katup masuk tertutup, sehingga gas sisa hasil pembakaran terdorong keluar silinder melalui lubang katup buang dan saluran pembuangan. Setelah torang mencapai TMA, dari sini akan dimulai lagi siklus berikutnya yang diawali dengan penghisapan gas baru. Motor telah melakukan empat langkah penuh yaitu hisap, kompresi, kerja dan buang. Poros engkol berputar dua putaran penuh dang menghasilkan satu tenaga.

Read More..

Friday, August 15, 2014

Matriks (resin)

Matriks (resin) dalam susunan komposit bertugas melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik. Matriks harus bisa meneruskan beban dari luar ke serat. Umumnya matriks terbuat dari bahan-bahan yang lunak dan liat. Polimer (plastik) merupakan bahan umum yang biasa digunakan. Matriks juga umumnya dipilih dari kemampuannya menahan panas. Polyester, vinilester dan epoksi adalah bahan-bahan polimer yang sejak dahulu telah dipakai sebagai bahan matriks. Persyaratan di bawah ini perlu dipenuhi sebagai bahan matriks untuk pencetakan bahan komposit:
1)      Resin yang dipakai perlu memiliki viskositas rendah, dapat sesuai dengan bahan penguat dan permeable.
2)      Dapat diukur pada temperatur kamar dalam waktu yang optimal.
3)      Mempunyai penyusutan yang kecil pada pengawetan.
4)      Memiliki kelengketan yang baik dengan bahan penguat.
5)      Mempunyai sifat baik dari bahan yang diawetkan.
Tidak ada bahan yang dapat memenuhi semua persyaratan di atas tetapi pada saat ini paling banyak dipakai adalah polyester tak jenuh (Surdia, T., dan Saito, 1999).
Polimer diklasifikasikan sebagai thermoset dan thermoplastic, polimer thermoset tidak larut dan tidak dapat dicairkan kembali setelah terbentuk karena rantainya yang kaku bergabung dengan ikatan kovalen yang kuat, sedangkan polimer thermoplastic tidak tahan pada suhu dan tekanan tinggi karena ikatannya lemah. Contoh polimer thermoset yaitu epoksi, poliester, fenolat, poliamida, sedangkan contoh polimer thermoplastic yaitu polietilen, polistiren, polieter-eter-keton (PEEK), dan polifenilen sulfida (PPS) (Kaw, 2006).
 

Read More..

Resin Epoksi

Resin epoksi merupakan resin yang paling sering digunakan. Resin epoksi adalah cairan organik dengan berat molekul rendah yang mengandung gugus epoksida. Epoksida memiliki tiga anggota di cincinnya: satu oksigen dan dua atom karbon. Reaksi epichlorohydrin dengan phenols atau aromatic amines membuat banyak epoksi. Pengeras (hardener), pelunak (plasticizer), dan pengisi (filler) juga ditambahkan untuk menghasilkan epoksi dengan berbagai macam sifat viskositas, impact, degradasi, dan lain-lain (Kaw, 2006).
Meskipun epoksi ini lebih mahal dari matriks polimer lain, namun epoksi ini adalah matriks dari polimer matrix composite yang paling populer. Lebih dari dua pertiga dari matriks polimer yang digunakan dalam aplikasi industri pesawat terbang adalah epoksi. Alasan utama epoksi paling sering digunakan sebagai matriks polimer yaitu:
1)      Kekuatan tinggi.
2)      Viskositas dan tingkat alirannya rendah, yang memungkinkan membasahi serat dengan baik dan mencegah ketidakberaturan serat selama pemrosesan.
3)      Ketidakstabilan rendah.
4)      Tingkat penyusutan rendah yang mengurangi kecenderungan mendapatkan tegangan geser yang besar ikatan antara epoksi dan penguatnya.

5)      Tersedia lebih dari 20 tingkatan untuk memenuhi sifat spesifik dan kebutuhan pengolahan.

Karakteristik Resin Epoksi

Read More..

Pengertian Komposit

Kata komposit (composite) berasal dari kata "to compose" yang berarti menyusun atau menggabung. Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material, di mana sifat mekanik dari material pembentuknya berbeda-beda (Jones, 1975). Menurut Kaw, A.K.  (1997), komposit adalah struktur material yang terjadi dari dua kombinasi bahan atau lebih, yang dibentuk pada skala makrospik dan menyatu secara fisika. Unsur pembentuk komposit disebut penguat (serat atau partikel) dan pengisi (matriks). Matriks bertugas mengikat serat agar tetap pada posisinya dan menjaga serat dari pengaruh lingkungan luar. Bahan komposit merupakan bahan gabungan secara makro, maka bahan komposit dapat didefinisikan sebagai suatu sistem material yang tersusun dari campuran/kombinasi dua atau lebih unsur-unsur utama yang secara makro berbeda di dalam bentuk dan atau komposisi material yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan (Schwartz, 1984).
Tumbuhan penghasil serat sering dikenal dengan istilah bast plant, seperti kenaf, rosella, flax, jute, rami dan tanaman penghasil serat lainnya. Selain itu, serat alam dapat juga diperoleh dari serat buah (fruit fiber), seperti kapok, kapas, buah kelapa sawit (palm fiber) serta buah kelapa (coconut fiber atau coir), dan serat daun (leaf fiber) seperti sisal dan nanas. (Brouwer, 2000).

Serat alam mempunyai kekuatan berkisar antara 220 MPa (serat buah kelapa) sampai dengan 1500 MPa (serat flax) dan modulus Young antara 6 GPa (serat buah kelapa) sampai dengan 80 GPa (flax), serta massa jenisnya berkisar 1,25 gram/cm3 sampai dengan 1,5 gram/cm3. Serat gelas tipe E mempunyai kekuatan 2200 MPa dan modulus Young 73 GPa, serta massa jenis 2,55 gram/cm3, sehingga untuk beberapa serat alam seperti flax, hemp, rami dan sisal mempunyai modulus spesifik yang kompetitif dengan serat gelas. (Mueller dan Krobjilowski, 2003).
Read More..

Efisiensi volumetrik dan efisiensi pengisian

Secara teoritis banyaknya bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder sama dengan volume langkahnya. Akan tetapi, kenyataannya lebih sedikit karena dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu tekanan udara, temperature, panjang saluran, bentuk saluran dan sisa hasil pembakaran di dalam silinder pada proses yang mendahului. Efisiensi volumetrik adalah perbandingan antara volume muatan segar yang masuk kedalam silinder dengan volume langkahnya.
Dengan kondisi tertentu dari suatu gas dapat juga ditentukan berat dari gas tersebut di mana apabila berat gas yang masuk ke dalam ruang bakar diperbandingkan dengan berat gas yang sebenarnya masuk ke dalam ruang bakar dengan kondisi tertentu pula akan didapat suatu harga perbandingan yang sama dengan effisiensi volumetrik. Apabila kondisi-kondisi gas dirubah ke kondisi standar, maka akan menghasilkan suatu harga perbandingan yang selanjutnya disebut effisiensi pengisian.

Harga dari efisiensi volumetrik dan efisiensi pengisian bila semakin besar, maka akan semakin banyak campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Hal ini berarti akan semakin besar tenaga yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Bila keadaannya sebaliknya, maka hasilnya pun akan sebaliknya. Biasanya disebabkan oleh bentuk dan panjang dari saluran isap serta kecepatan mesin, harga dari efisiensi volumetrik atau pengisian tidak akan mencapai 100% (sekitar 65% sampai dengan 85%). Tetapi bila proses pemasukan gas dibantu dengan tekanan yang melebihi tekanan atmosfir maka besarnya efisiensi volumetrik dapat mencapai 100%.
Read More..

PENGARUH PENGGUNAAN INTAKE MANIFOLD DENGAN BAHAN DASAR KOMPOSIT (SERAT NANAS) TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2007

ABSTRAK

Bayu Gilang Purnomo, PENGARUH PENGGUNAAN INTAKE MANIFOLD DENGAN BAHAN DASAR KOMPOSIT (SERAT NANAS) TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2007. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2014.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang sepeda motor Honda Supra X 125 tahun 2007 pada penggunaan intake manifold dengan bahan dasar komposit (serat nanas).
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Supra X 125 tahun 2007 bernomor mesin JB51E1951246. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel bertujuan/purposive sample. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengukuran konsumsi bahan bakar pada penelitian ini menggunakan gelas ukur dan dilaksanakan pada kondisi statis. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur waktu yang diperlukan mesin untuk menghabiskan bahan bakar dalam volume tertentu pada putaran mesin rendah menengah dan tinggi. Pengukuran emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) dalam penelitian ini menggunakan gas analyzer tipe 898 OTC STARGAS Global Diagnostic dan dilaksanakan berdasarkan pada SNI 09-7118.3-2005 tentang cara uji kendaraan bermotor kategori L pada kondisi idle. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar rata-rata pada penggunaan intake manifold standar pada putaran mesin 1200 rpm, 2500 rpm dan 4000 rpm adalah 0.088256 ml/detik. Sedangkan konsumsi bahan bakar rata-rata pada penggunaan intake manifold komposit serat nanas pada putaran mesin 1200 rpm, 2500 rpm dan 4000 rpm adalah 0.072183 ml/detik. Pada penggunaan intake manifold komposit serat nanas rata-rata konsumsi bahan bakar turun sebesar 20.7%. Pada penggunaan intake manifold standar emisi gas buang CO rata-rata adalah 1.838%. emisi gas buang CO rata-rata pada penggunaan intake manifold komposit serat nanas adalah 1.127%. Pada penggunaan intake manifold komposit serat nanas, emisi gas buang CO turun sebesar 38.7%. emisi gas buang HC rata-rata  pada penggunaan intake manifold standar adalah 1178 ppm. Emisi gas buang HC rata-rata pada penggunaan intake manifold komposit serat nanas adalah 1141 ppm. Pada penggunaan intake manifold komposit serat nanas emisi gas buang HC turun sebesar 3.1%.  


Kata kunci: Komposit epoxy, komposit Serat Nanas, intaka manifold, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang
Read More..

Saturday, April 5, 2014

AKTIFITAS MANUSIA

Manusia diciptakan tuhan dengan keunikan yang luar biasa. Menurut hasil penelitian ilmu kedokteran, jika seorang dewasa dengan bobot tubuh rata-rata, maka selama 24 jam ia memiliki kesibukan :
1. Jantung berdenyut 103.689 kali.
2. Darah menempuh perjalanan 168.000.000 mil.
3. Bernafas sebanyak 23.040 kali.
4. Menghirup udara sebanyak 483 meter kubik.
5. Menelan 1,5 kg makanan.
6. Meminum 3,5 liter cairan.
7. Berkata-kata sebanyak 25.000 kata.
8. Menggerakkan 750 otot.
9. Kuku bertumbuh 0,00012 cm.
10. Sel otak sebanyak 7.000.000 terus bekerja.


Read More..

Monday, February 10, 2014

Praktek Industri

Perkembangan ilmu dan teknologi pada era sekarang ini sangat pesat. Hal tersebut menuntut kita untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi. Termasuk perkembangan dalam dunia otomotif yang semakin pesat. Persaingan dalam menciptakan produk yang unggul dilihat dari segi efisiensi dan efektifitas semakin meningkat. Semua perusahaan raksasa dalam bidang otomotif berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan dengan menciptakan produk berupa mobil-mobil dengan teknologi yang canggih dan luar biasa. Teknologi yang dikembangkan pada saat ini mengarah ke perkembangan ecotecnologi, yaitu suatu teknologi yang diciptakan dengan prinsip ramah lingkungan. Perkembangan dalam bidang otomotif memiliki peran yang sangat besar terhadap kemajuan dalam bidang yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang-bidang tersebut. Apalagi dengan dibukanya pasar bebas yang membuat kita harus bekerja keras untuk bisa memenangkan persaingan dalam berbagai sektor dalam kehidupan khususnya dalam bidang otomotif.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dibutuhkan suatu sarana dan prasarana yang selalu menyesuaikan perkembangan zaman. Hal tersebut bertujuan agar proses peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan benar-benar efektif dan efisien, sehingga output dari proses tersebut sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Salah satu kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah dengan pendidikan. Dalam proses pendidikan, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan untuk bisa menghasilkan output yang diharapkan, salah satunya yaitu kurikulum. Kurikulum didesain sedemikian rupa sehingga dapat menuntun peserta didik mengeluarkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki sehingga tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien.


Berikut contoh laporan PI saya, semoga bermanfaat !!!
Read More..